Kiat Closing : Teknik Testimoni

TESTIMONI

"Orang akan lebih percaya jika orang lain yang mempromosikan produk Anda, bukan Anda".

Testimoni adalah kata-kata dari customer Anda tentang bagaimana bagusnya produk atau jasa Anda. Keuntungan yang akan Anda dapatkan jika Anda menggunakan teknik TESTIMONI ini adalah calon pembeli Anda akan merasa lebih yakin dengan produk Anda.

Testimoni akan mengalahkan keraguan yang ada dalam benak calon pembeli Anda. Mungkin calon pembeli Anda berpikir, “Wah kayanya nggak mungkin berhasil buat saya”. Jika pada titik tersebut dia membaca testimoni dari seseorang yang persis mengalami hal serupa, maka kekhawatirannya mendadak berubah menjadi sebuah keyakinan. Karena testimoni merupakan pendapat orang lain tentang Anda, Anda tidak mengatakannya sendiri sehingga sifatnya lebih
kredibel dan dapat dipercaya.

“Mas, saya kan belum punya testimoni?”

Mintalah kepada pelanggan Anda untuk memberikan testimoni. Tak hanya kepada pelanggan Anda, carilah testimoni dari para tokoh terkenal yang berhubungan dengan produk Anda. Karena percaya atau tidak, hal ini dapat meningkatkan % Closing Anda.

Ada 2 cara bagaimana Anda menggunakan teknik TESTIMONI:

1. Pull Qoute
Anda mencantumkan testimoni mereka dalam bentuk kutipan di sebuah brosur atau media promosi Anda. Anda bisa melihatnya seperti yang tercantum di bagian testimoni dalam buku ini. Formatnya adalah “bla bla bla” (Nama yang memberikan testimoni)

2. Cerita
Tidak banyak orang tahu bahwa semua keputusan membeli dibuat oleh otak kanan. Oleh karena itu, penyampaian testimoni dengan berupa cerita akan sangat memperbesar % Closing Anda. Misalnya, bisnis Anda adalah Bimbingan Belajar. Tiba-tiba ada seorang ibu yang ragu dengan kualitas bimbel Anda. Anda bisa mengatasinya dengan teknik ini:
“Tahun lalu ada seorang ibu yang juga mengajukan pertanyaan yang sama. Tampaknya ia juga merasa ragu dengan kualitas bimbingan belajar ini. Setelah putranya mengikuti kelas percobaan, ia akhirnya merasa yakin dengan kualitas kami. Putranya sekarang sudah lulus dan masuk ITB. Dan saya pikir ibu itu sangat puas dengan bimbingan belajar kami, karena baru 2 hari yang lalu sang ibu memasukkan putra keduanya ke bimbingan belajar ini juga”

Dalam bercerita, sampaikanlah cerita sedih atau bahagia. Silakan pilih salah satu. Jika Anda ingin menunjukkan betapa hebatnya produk Anda, maka gunakanlah cerita bahagia. Jika Anda ingin menunjukkan berapa banyak orang yang menyesal karena tidak segera beli poduk Anda, maka gunakanlah cerita sedih.

*Salah satu cara ampuh untuk membuat calon pembeli percaya pada produk Anda adalah dengan adanya testiomoni.*

Ingat, orang cenderung LEBIH YAKIN jika Anda menceritakan pengalaman orang lain kepadanya. Terlebih, jika pengalaman tersebut ada kemiripan dengan si calon customer.

- Galih R

Comments