Halo sobat Kiat entrepreneur.
Kali ini KE akan berbagi materi
tentang teori efektuasi. Effectual Entrepreneurhip diperkenalkan oleh Saras. D.
Sarasvathy, seorang peneliti entrepreneurhip dari Amerika Serikat yang meneliti
perusahan-perusahan besar yang telah sukses..
Apa yang dimaksud berpikir
efektual? Effectual atau effectuation adalah seperangkat prinsip akal sehat
yang membantu Anda menghadapi tantangan dengan akal sehat dan fokus pada apa
yang bisa dilakukan..
Lawan dari berpikir efektual
adalah berpikir kausal. Ada kasus menarik, ketika seorang ibu ditanya, “Hendak
memasak apa hari ini?”, kemudian ibu itu berpikir dan menjawab, “saya ingin
memasak soto ayam”. Lalu ibu itu mecari bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan
untuk membuat soto ayam. Jadi dia lihat ke lemari esnya, dia lihat ke dapurnya,
dilihatnya lemari, ternyata, “Wah, daging ayamnya belum ada, garamnya habis”,
maka ibu itu mencari-cari bahan itu kepasar. Proses berpikir ini ialah salah
satu contoh berpikir secara kausal.
Berpikir secara efektual itu jauh
lebih mudah dan memudahkan. Berpikir efektual secara sederhana digambarkan
sebagai seseorang yang melihat di lemari esnya tersedia apa, di dapurnya ada apa,
di lemarinya ada apa, dari sana kemudian dikumpulkan bahan-bahan yang dimiliki,
lalu bisa membuat masakan apa. Tentunya ada banyak masakan yang bisa dikerjakan
atau dihasilkan dari bumbu-bumbu atau bahan-bahan yang sudah dimiliki oleh ibu
tersebut. Ini berpikir efektual.
Dengan demikian kalau kita
kembali ke pertanyaan dasar yang sering diajukan oleh orang yang ingin membuka
usaha, “saya ini cocoknya usaha apa ya?”. Sebetulnya yang paling tahu adalah
dirinya sendiri karena kalau misalnya kemudian dia diberi tahu oleh orang lain,
“Kamu itu cocoknya bisnis dibidang ini, misalnya, atau di bidang itu”, maka dia
akan berusaha mencari, melengkapi apa yang kurang. Padahal kalau dia misalnya
tahu apa yang dia punya, apa yang dia sudah bisa, maka dia sudah langsung bisa
mengerjakan bisnis itu tanpa harus menunda-nunda. Ini prinsip efektual yang
paling basic, paling prinsip. Jadi artinya, berpikir dengan dari diri sendiri.
Bukan dari yang di luar kita.
Bird In Hand #1
Bird In Hand merupakan sebuah
istilah dalam lingkungan Amerika yang berarti tentang apa saja yang dimiliki
seseorang. Apa saja yang ada di jangkauan seseorang. Prinsip ini mencakup tiga
hal, yaitu siapa diri kita (who am i), yang kedua adalah apa yang bisa saya
lakukan (what things can i do), dan yang ketiga adalah siapa saja yang saya
kenal (anyone i know). Kalau kita kembali pada hakikat Bird In Hand ini, siapa
diri saya itu bicara tentang misalnya passion saya itu apa? Hobi saya apa? Saya
ini lulusan apa? Saya itu bisa apa? Saya suka apa? Kelebihan kekurangan saya
apa? Saya dari keluarga apa?
Setelah mengetahui hal itu,
pertanyaan selanjutnya adalah apa yang bisa saya lakukan? Mungkin saya bisa membuat
kue, saya bisa berbahasa inggris, saya bisa menggambar, atau saya bisa memasak
misalnya, semua ini adalah apa yang bisa kita lakukan.
Pertanyaan yang selanjutnya ialah
siapa saja yang saya kenal? Orang yang dikenal ini akan menunjang modal yang
bisa dimiliki. Misalnya saja saya kenal dengan teman-teman saya, saya kenal
dengan keluarga saya tentunya dalah orang-orang dekat.
Bird in hand ini merupakan salah
satu modal awal yang sangat penting untuk melakukan usaha. Mungkin sering
terbenak “Wah, saya tidak punya modal”, jangan. Karena modal awal itu adalah
siapa saya? Apa yang bisa saya lakukan? Dan siapa yang saya kenal. Mungkin ada
banyak usaha yang didirikan karena orang tuanya yang bisa memasak, atau istri
yang bisa membuat kue misalnya. Atau mungkin katakanlah adik yang bisa punya
keahlian tertentu sehingga membuat usaha itu menjadi berjalan dengan lancar.
Jadi semua ini merupakan bagian dari modal.
Comments
Post a Comment