Coba inget-inget lagi, mungkin Sobat sering melakukan ini:
Bangun tidur, buka Facebook. Mau tidur, buka Facebook. Sambil makan, buka Facebook. Macet-macetan, buka Facebook. Nganggur bentar, buka Facebook. Dan aktifitas lainnya.
Ngga masalah kalau kita sering Fban.
Selama itu bisa menjadi ajang silaturahim, sarana meamnebar kebaikan, dan sebagai sarana penjualan, mengapa harus ditinggalkan?
Faktanya...
Dulu orang baca koran fisik, sekarang mereka condong baca koran digital dan blog.
Dulu orang nonton TV, sekarang mereka cenderung nonton youtube.
Dulu orang networking offline, sekarang mereka lebih fanatik u/ facebookan.
Ngga bisa dipungkiri, keberadaan Facebook sudah mengubah kebiasaan .
Mulai dari hal yang positif, sampai ke hal yang negatif.
Maka kitalah yang harus menyikapi Facebook dengan bijak dan produktif.
Karena kita orang beriman, tentu Facebook ngga akan sampai mengalihkan fokus kita pada apa yang seharusnya kita lakukan.
Nah, kalau selama ini kita belum bijak dan produktif saat menggunakan Facebook, sekarang yuk kita mulai alihkan agar Facebook menjadi bermanfaat dan menghasilkan, seperti:
Punya banyak kenalan
Silaturahim dengan banyak teman
Mencari market yang ideal
Membentuk jejaring antar kota, bahkan antar pulau dan negara
dan masih banyak lagi.
Sebagai manusia yang ingin mendapatkan dan memberikan manfaat, sudah sewajarnya kita berpikir agar keberadaan Facebook bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan dan kenaikan omset yang cukup signifikan bagi bisnis dan penjualan kita. Betul?
Tolong dicatat dan diingat baik-baik, Facebook itu Social Media, bukan Selling Media.
Artinya, kita fesbukan ya untuk bersosialisasi dan berkoneksi, menjalin silaturahim serta berinteraksi satu sama lain.
Maka salah besar, jika kita menggunakan Facebook hanya untuk jualan saja.
Kecuali jika kita menggunakan fitur yang disediakan oleh Facebook memang untuk beriklan dan jualan, yaitu FB Ads.
Pendiri Facebook, yaitu Mark Zuckerberg pun bilang begini...
"Facebook created to help the world connect and communicate more effectively".
Coba baca lagi penjelasan itu dari pendiri Facebook. Bayangkan, Zuckerberg aja menegaskan seperti itu. Karena memang, Facebook dibuat untuk memudahkan kita berkoneksi dan berkomunikasi satu sama lain.
Oh iya, sebelum lanjut, taukah Anda, sebenarnya Facebook menolak dirinya disebut sebagai Social Media. Mereka menyebut dirinya Social Network. Karenanya, mereka menyebut orang-orang yang terkoneksi dengan Anda sebagai Friend, bukan Follower, berbeda dengan Instagram.
Makanya:
Kalau orang buat status, like
Kalau statusnya memancing komentar, komen
Kalau statusnya keren, share
Kalau ada message, balas
Kalau nyaman dengan orangnya, chit chat
dan seterusnya.
Inget, Facebook itu social network. Kita harus berkoneksi, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan mereka — teman-teman kita.
Nah, soal jualan, Karena Facebook itu social network, ya jualannya dengan cara yang elegan, dengan soft selling, covert selling, story telling, dan copywriting.
Ngga usah:
Membanjiri timeline dengan iklan tanpa batas
Nyebarin foto promosi jualan gila-gilaan ngga karuan
Ngetag brutal nama-nama orang yang kita anggap teman
Nyepam dengan taruh link jualan di komentar orang
dan kebiasaan buruk lainnya.
Bayangkan, jika itu orang lain lakukan pada Anda, pasti Anda kesel banget kan?
Ya iya lahhh... masa tiap buka timeline Facebook isinya jualan semua. Bosen tau...
Ibarat kata, kalau Google itu "Search Mode", untuk nyari solusi. Kalau Facebook itu "Social Mode", untuk berkoneksi dan sosialisasi.
Makanya, berkoneksi dan bersosialisasilah. Berinteraksilah dengan teman-teman Facebook kita.
"Terus, kapan jualannya?"
Sabaarrr...
Saya tau, Anda ingin menghasilkan omset dan profit lebih banyak lagi dari Facebook.
Ini dia materi yang ditunggu-tunggu.
Tapi, sebelum kita belajar tentang cara jualan di Facebook, alangkah baiknya kita pahami dulu 3 prinsip jualan di Facebook. Apa aja itu?
Prinsip 1:
"Tanpa Interaksi, tak akan ada Transaksi"
Ya, perhatikan ini baik-baik.
Ingat dan Catat.
Dan camkan ini baik-baik.
Tanpa interaksi, tak akan ada transaksi.
Jangan harap ada transaksi, kalau status Facebook Anda isinya cuma promosi, promosi, dan promosi aja!
Inget, ini Facebook: social media, bukan selling media.
Teman kita itu orang, punya perasaan, perlu diperhatikan. Like dan komen status mereka. Ngobrol dengan mereka.
Bahkan sesekali, share status mereka. Heran, ingin jualannya laku tapi kok ngga pernah PDKT dulu? Hadeuuhhh -_-
Prinsip 2:
"Semakin Bagus Relasinya,
Semakin Tinggi Konversinya"
Kalau hubungan Anda dengan teman-teman Facebook Anda bagus, insyaAllah konversi juga akan tinggi.
Inget, konversi itu efek dari bagusnya relasi. Kenapa orang rela beli produk sejenis dari Anda, bukan dari pesaing Anda?
Karena mereka nyamannya dengan Anda. Jadi faktanya, 83% orang beli produk karena mereka suka dengan penjualnya. Nah, itulah alasannya...
Prinsip 3:
"Berbagi dahulu, Jualan kemudian"
k
Jangan pernah dibalik-balik. Banyak orang hobinya jualan, mentang-mentang pengen laku, promosi gila-gilaan dan jualan asal-asalan. Padahal caranya ngga gitu.
Kalau di Facebook, ya Anda perlu banyak sharing dulu. Edukasi mereka, sampai bener-bener aware akan pentingnya produk Anda.
Ada beberapa hal yang menjadi tugas Anda, yaitu menjadikan:
Orang tau siapa Anda
Orang tau Anda menjual apa
Orang percaya pada Anda karena Anda memiliki nilai positif
Orang puas dengan konten-konten Anda
Orang senang dengan sharing-sharing Anda
Orang berinteraksi dengan Anda
Orang merekomendasikan Anda ke orang lain
Nah, pertanyaannya, sekarang kita sudah begitu belum?
Kalau belum, yuk mulai ubah cara mainnya. Ubah mindsetnya. Kalau mindsetnya berubah, insyaAllah omsetnya berubah.
Mulai sekarang, ubah mindset kita. Gunakan Facebook sebijak dan seproduktif mungkin. Lakukan fungsi utamanya. Apakah itu?
Berjejaring.
Kalaupun Anda ingin menggunakan Facebook untuk jualan, ya lakukanlah dengan soft dan elegan.
Ingat, Friend itu artinya Teman, bukan Korban. Berjejaringlah dengan mereka, Teman Anda.
Bangunlah interaksi. Hidupkan Facebook Anda. Manusiakan Teman Anda...
Comments
Post a Comment