Sob, kali ini KE mau berbagi bagaimana cara membangun pola pikir pengusaha (entrepreneurial mindset). Sebelum lebih jauh, perlu kita ketahui tentang pengertian apa itu entrepreneur? Definisi entrepreneur sudah diungkapkan oleh berbagai tokoh dan sumber. Sobat bisa tanya mbah google atau sumber lain. Begitu banyak. Namun, dalam kesempatan ini Kiat Entrepreneur akan mencoba memberikan definisi. Entrepreneur atau Wirausahawan adalah orang yang memecahkan masalah dengan solusi unik yang kreatif dan inovatif bagi customer dengan memaksimalkan sumber daya untuk memghasilkan uang. Intinya apa. Ya memang. Pasti UUD alias ujung-ujungnya duit.
Nah, mulai sekarang sobat harus faham betul tuh definisi entrepreneur. Jangan sampai terjebak. Apalagi kalau mindsetnya salah atau keliru. Jangan ya! :) Oleh karena itu, simak yuk tentang Bagaimana Membangun Entrepreneurial Mindset.
Pertama, perlu kita pahami bahwa entreprenur itu memberikan manfaat atas suatu permasalahan customer melalui solusi. Ingat! hal yang harus kita patrikan adalah tentan permasalahan. Fokuslah pada masalah. Jangan dulu sibuk mikirin produk, administrasi, pemasaran dan ini itu. Dan yang sering terjebak adalah mikirin produk dulu. Atau bahkan mikirin uang. Ingat, Uang adalah akibat dari pemecahan masalah, bukan tujuan!!!
Kedua, jalan kesuksesan entrepreneur itu bukanlah cabang 2. Jalan yang satu merupakan jalan sukses, jalan yang satunya lagi adalah kegagalan. Akan tetapi jalan kesuksesan itu jalan yang nggak ada cabangnya. Disepanjang jalan itu ada jalan yang tidak bekerja (yang orang sering katakan : mengalami kegagalan) sehingga mengharuskan berbelok arah demi menuju kesuksesan. So, jangan pantang menyerah Sob. kalau kata Top Ittipat, jka kamu berhenti, maka habislah sudah.
Ketiga, pengusaha sukses harus memiliki skill sebagai leader dengan menganggap Aset Terbesar Usaha Adalah Customer dan Aset terbesar perusahaan adalah karyawan. Hal ini harus diutamakan. Buat customer dan karyawan bisa produktif dengan memberikan kenyaman-kenyamanan.
Untuk mewujudkan hal itu, perlu juga juga tips atau kiatnya seperti :
1. Membangun trust
2. Membangun confident
Demi menunjang hal tersebut. Termasuk ada yg mengatakan : bahwa entrepreneur harus memiliki pengetahuan yang banyak meskipun sedikit sedikit. Hal tersebut bisa membuat hubungan kita dengan siapa saja baik customer maupun karyawan lebih dekat. Sebisa mungkin dapat menjalin hubungan orang dengan orang. Bukan jabatan dengan jabatan. 'Orang' sendiri memiliki kedudukan yang tinggi. Memperlakukan orang sebagai orang merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan yang begitu tinggi.
Keempat, kita tidak perlu ide briliant untuk memulai bisnis atau usaha. Berusahalah untuk membuat produk yang memecahkan masalah pelanggan. Segera mulailah usaha sobat dengan ide bodoh sobat. Lalu mintalah pelanggan sobat memberi masukan-masukan. Be open to change as you discover what customer want. Dan jangan sampai terjebak mindset yang salah. Jangan sampai terlalu cenderung cinta pada ide pertama sehingga membahayakan yang lain. Kita harus mengakui bahwa bayi itu masih sangatlah lemah dan perlu pendamping. Selalu cek apakah produk yang kita buat sudah memecahkan masalah pelanggan apa belum. Tingkatkan kepekaan dan empati terhadap pelanggan. Dengarkan keluhan dan masalah mereka, coba rasakan apa yang mereka rasakan, apa harapan-harapan mereka.
So, be succes guys...
Nah, mulai sekarang sobat harus faham betul tuh definisi entrepreneur. Jangan sampai terjebak. Apalagi kalau mindsetnya salah atau keliru. Jangan ya! :) Oleh karena itu, simak yuk tentang Bagaimana Membangun Entrepreneurial Mindset.
Pertama, perlu kita pahami bahwa entreprenur itu memberikan manfaat atas suatu permasalahan customer melalui solusi. Ingat! hal yang harus kita patrikan adalah tentan permasalahan. Fokuslah pada masalah. Jangan dulu sibuk mikirin produk, administrasi, pemasaran dan ini itu. Dan yang sering terjebak adalah mikirin produk dulu. Atau bahkan mikirin uang. Ingat, Uang adalah akibat dari pemecahan masalah, bukan tujuan!!!
Kedua, jalan kesuksesan entrepreneur itu bukanlah cabang 2. Jalan yang satu merupakan jalan sukses, jalan yang satunya lagi adalah kegagalan. Akan tetapi jalan kesuksesan itu jalan yang nggak ada cabangnya. Disepanjang jalan itu ada jalan yang tidak bekerja (yang orang sering katakan : mengalami kegagalan) sehingga mengharuskan berbelok arah demi menuju kesuksesan. So, jangan pantang menyerah Sob. kalau kata Top Ittipat, jka kamu berhenti, maka habislah sudah.
Ketiga, pengusaha sukses harus memiliki skill sebagai leader dengan menganggap Aset Terbesar Usaha Adalah Customer dan Aset terbesar perusahaan adalah karyawan. Hal ini harus diutamakan. Buat customer dan karyawan bisa produktif dengan memberikan kenyaman-kenyamanan.
Untuk mewujudkan hal itu, perlu juga juga tips atau kiatnya seperti :
1. Membangun trust
2. Membangun confident
Demi menunjang hal tersebut. Termasuk ada yg mengatakan : bahwa entrepreneur harus memiliki pengetahuan yang banyak meskipun sedikit sedikit. Hal tersebut bisa membuat hubungan kita dengan siapa saja baik customer maupun karyawan lebih dekat. Sebisa mungkin dapat menjalin hubungan orang dengan orang. Bukan jabatan dengan jabatan. 'Orang' sendiri memiliki kedudukan yang tinggi. Memperlakukan orang sebagai orang merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan yang begitu tinggi.
Keempat, kita tidak perlu ide briliant untuk memulai bisnis atau usaha. Berusahalah untuk membuat produk yang memecahkan masalah pelanggan. Segera mulailah usaha sobat dengan ide bodoh sobat. Lalu mintalah pelanggan sobat memberi masukan-masukan. Be open to change as you discover what customer want. Dan jangan sampai terjebak mindset yang salah. Jangan sampai terlalu cenderung cinta pada ide pertama sehingga membahayakan yang lain. Kita harus mengakui bahwa bayi itu masih sangatlah lemah dan perlu pendamping. Selalu cek apakah produk yang kita buat sudah memecahkan masalah pelanggan apa belum. Tingkatkan kepekaan dan empati terhadap pelanggan. Dengarkan keluhan dan masalah mereka, coba rasakan apa yang mereka rasakan, apa harapan-harapan mereka.
So, be succes guys...
Comments
Post a Comment